Kamis, 28 Mei 2020

Tak Sekedarnya



Lihatlah, lihatlah, bukankah perkara cinta adalah tentang dia yg mau membuka tuk tak sekedar mata,

Selayaknya angkasa yang terbuka diantara gulita,
Ia merelakan dirinya dinikmati,
Tapi tak mengijinkan untuk dimiliki,

Tak ada dari cinta yang pantas kau untuk mengemisinya,
Jikapun harus mengemis, dan itu memang seharusnya,
Maka sang Maha Cintalah pangkal muaranya,

rosyad_elbantani

Jawaban

Jawaban

Sesubuh di puncak gunung bisalah berbeda,
Meratapi awan yang berarak pun mungkin tak berguna,
Semua bisa kembali pada makna, 
Yang terlipat pada simpul keabadian,

Lalu, seumpama raja yang bertahta,
Ia pun kadang bertanya, atau mungkin seringkali,

Dan Saatnya kali ini pertanyaan itu diungkapkan, walau kadang itu tak memerlukan jawaban

Rosyad_elbantani

Penipuan

Hilman meraba-raba kehidupannya. Dulu tak pernah ia berfikir akan  seperti ini. Jalan kerja Tuhan memang berbeda dengan makhluk. Ia Yang Maha Kuasa akan dengan sangat mudah menetapkan garis pada jalan kehidupan seseorang.

Semua berawal pada sepucuk surat berwarna merah jambu dengan gambar hati dikiri-kanannya.

"Aku fikir surat ini salah alamat"
"Fikiranmu seringkali salah, aku tak percaya analisismu", sengit Hilman menanggapi.
Trisno yang sedari awal meragukan originitas surat itu tak rela dikatakan demikian.
" Kau dengar ya Man, surat tanpa alamat pengirim itu surat kaleng!!!", Trisno merangsek, suaranya menggelagar. "Menikah? Jelas ini penipuan!!!.


Kamis, 25 Februari 2016

Abah Haji

Diusia senjamu semangat tak pernah terlihat memudah, sekitar dua bulan yang lalu abah yang sudah sering sakit memaksakan diri untuk pergi ke sawah. Yah, bertani lebih dari sekedar profesi bagimu. Lebih dari itu, nampaknya cinta menjadi landasanmu. Berulang kali saya dan anak cucu yg lain menasehati agar abah tidak lagi pergi ke sawah atau kebun. Biarkan orang lain saja yang melakukan. Namun abah masih kekeh k sawah. Sayapun tak tega, dengan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yg dimiliki, sayapun mencoba membantu. Membawa bibit, merendamnya dan membantu mengambil singkong dikebun saya lakukan.
Sekarang abah sakit dan dirawat di Rumah Sakit Siloam. Ketika masih dirumah saya menyuapi dan membantu meminumkan obat untuk beliau. Saya mencoba menenangkan diri dan berusaha menggantikan sosok almarhum bapak yang sejauh yg saya lihat sangat dekat dengan abah.
Semoga cepat sembuh bah...pulihlah dan ceritakan banyak hal pada cucumu ini. Kaulah kakeku satu-satunya yang pernah aku lihat dan rasakan. Jangan terlalu lama dirumah sakit, tempat itu selalu menghadirkan perasaan mendesir dalam diriku, karena selalu teringat akan perawatan almarhum bapak.

Kesabaran Dalam Kesenangan dan Kesusahan


 
Ya Rabb, berikanlah kami kesabaran dalam menghadapi kesusahan dan kesenangan. Karena tak jarang banyak orang bisa sabar dalam kesulitan tapi tidak sanggup ketika berada dalam kesenangan. Seringkali saya perhatikan bahwa ada banyak semut yang mati dalam kubangan rasa manis. Kadang dia tenggelam disecangkir kopi, susu dan sirup. Aku dan kami tidak ingin seperti itu ya Rabb.
Berikanlah kami taufik dan hidayah-Mu. Lindungilah kami dari berbuat dosa dalam keadaan terang maupun gelap.
Sejujurnya aku lebih menyukai diuji dengan kesenangan dan bersyukur, daripada diuji dengan kesulitan lalu bersabar. Tapi tentulah Engkau yang menentukan. Berikanlah jalan yang terbaik untuk aku dan kami. Jalan yang bisa membuat aku dan kami berada dalam keridhoan-Mu dan berkumpul dengan orang-orang yang Kau Cintai.
Salimah, Februari 2016
Rosyad_elbantani

Minggu, 14 Februari 2016

Memaknai Perjalanan

Dalam perjalan Magelang - Keraton Ngajogjakarta Hadiningrat saya teringat tulisan Nur Fitri Hadi dalam Kisah-Islam, dia mengatakan bahwa para ulama-ulama tidak mencukupkan diri belajar di negerinya sendiri. Mereka bersafar, melangkahi jalan-jalan, menghilangkan ketidak-tahuan.
Kisah perjalanan mereka ini seperti dongeng. Karena mereka berjalan bermi-mil hanya untuk sesuatu yang menurut sebagian orang adalah kecil. Tantangan mereka pun berat dan fasilitas mereka tidaklah hebat. Perjalanan pun tetap beralangsung.
Lalu saya berkaca pada diri saya sendiri. Tidur di hotel, menggunakan bus yang nyaman untuk perjalanan, diberikan uang saku dan fasilitas lainnya saya rasakan. Kalau sekiranya perjalanan ini tak bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu dan iman, betapa rugilah saya.
Maka disisa perjalanan ini adalah saat yg tepat untuk memperbaiki kualitas perjalanan. Memaknai ulang semuanya dan merekontruksinya.
Ah, perjalanan sejatinya adalah pencarian, yang tersimpul dalam lekuk-lekuk dan sudut-sudut kehidupan.
Rosyad_elbantani

Kutitipkan


Tak pernah seperti ini,
Berarak merenda langit,
Menggigil membasuh tanah,

Bayu masih meronta,
Mengutuk siapa saja,
Menampar apa saja,
Bahkan pada purnama, yang memang belum saatnya...

Teruntuk kau kutitipkan,
Akan arti yang terjemahkan,
Akan pertanyaan yang terlontarkan,
Akan sabda yang diyakinkan,
Dan tentang kesetiaan yang diucapkan...

Lalu semuanya bersimpuh
Pada Tuhan yang menjanjikan segalanya....

Jogjakarta, 7 Februari 2016
Rosyad_elbantani